Metromedia

Selamat Datang Di Audio Dital Haji dan Umroh Pertama Di Asia Tenggara Dipersembahkan oleh METROMEDIA

Tuesday, July 04, 2006

Portofolio Audio Haji


Ini adalah Portofolio AUDIO HAJI. Paket Lengkap dengan BOX, Item Product, Buku Panduan dan Tali gantungan

SELAMAT DATANG DI METROMEDIA

AUDIO HAJI DAN UMROH
Assalamualaikum
Salam buat para tamu Allah...
Musim haji hampir tiba. Jutaan kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia berkumpul di tanah suci Makkah Al-Mukarramah. Semua datang mewakili berbagai bangsa, berbagai warna kulit, dan berbagai ras di dunia, dengan membawa identitas yang sama, yaitu Islam. Mereka juga mengenakan pakaian serupa sambil mengucapkan berbagai kalimat pujian kepada Allah. Mereka secara serentak berseru, “Labbaik, Allahumma labbaik!” Betapa agungnya kumpulan manusia ini. Sepanjang sejarah, tidak akan pernah kita dapati pemandangan indah dan agung seperti yang ditunjukkan oleh kaum muslimin saat mereka melakukan ibadah haji.

Ketika kaum muslimin untuk pertama kalinya menunaikan ibadah haji secara bebas, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat setianya agar menunjukkan keagungan Islam ini secara demonstratif. Kaum muslimin disuruh meneriakkan kalimat - kalimat talbiah dengan suara lantang. Gerakan - gerakan thawaf dan sa’iy juga diminta agar dilakukan dengan penuh gairah. Melihat hal tersebut, kaum musyrikin Mekah yang untuk sementara waktu menyingkir ke atas bukit - bukit batu di sekeliling kota, sontak tertegun. Ibadah haji kaum muslimin adalah manuver yang berisikan pesan kehebatan kekuatan ummat Muhammmad di depan berbagai kekuatan lainnya.

Inilah saat - saat kehadiran terindah di tanah suci, tanah tempat Rasulullah pertama kali menyampaikan suara wahyu Ilahi. Cinta kepada Ilahi telah menarik jutaan manusia dari tanah kelahiran dan rumah mereka untuk datang berbondong - bondong ke sebuah tanah yang aman dan suci. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah, Tuhan yang Maha Agung, karena telah menganugerahkan usia hingga kita bertemu lagi dengan bulan Haji yang mulia. Kita kini bisa kembali menyaksikan tibanya hari - hari ketika jutaan ummat Muhammad berkumpul, bersama - sama mengucapkan kalimah talbiah, “Labbaik, Allahumma labbaik”. “Inilah aku Ya Allah, datang menemui panggilan-Mu”.

Saat Nabi Ibrahim a.s. membangun sebuah bangunan sederhana berbentuk kubus sebagai tempat ibadah kepada Allah, mungkin saat itu tidak ada yang bisa mengira bahwa tempat itu akan menjadi pusat dari jalinan persaudaraan paling tulus dari jutaan ummat manusia yang mendambakan pertemuan dengan Allah. Tidak ada yang menyangka bahwa kehadiran jutaan ummat manusia secara kolosal dalam sebuah event keagamaan haji ini juga akan menjadi kritikan praktis bagi para pengikut Marxisme yang mengatakan bahwa agama menyebabkan kelompok masyarakat menjadi rendah dan hina. Mereka yang masih berpendapat demikian seharusnya saat ini datang ke Mekah. Lihatlah, betapa jutaan manusia mampu menunjukkan keagungan mereka secara kolektif lewat syiar-syiar agama.

IBADAH haji adalah rukun Islam yang kelima sebagai penyempurna bangunan keislaman seseorang. Adanya persyaratan istitha'ah dalam haji, menjadi salah satu hikmah ditempatkannya ibadah haji ini di nomor kelima dalam rukun Islam. Daya tarik Kakbah sebagai Baitullah memang luar biasa. Kendati begitu susah memenuhi persyaratan fisik maupun materi, namun itu tidak menjadi penghalang bagi setiap Muslim memuaskan kerinduannya ber-taqarub kepada Sang Khalik di hadapan Baitullah tersebut.

Tak heran, sepulang menunaikan ibadah haji pun, masih banyak orang yang terus kecanduan ingin segera kembali ke tanah suci. Inilah gambaran sosiologis dan psikologis yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya, "Dan serulah manusia supaya mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepada engkau dengan berjalan kaki dan berkendaraan (unta kurus, lantaran jauh dan sulitnya perjalanan pada waktu itu) yang datang dari segala penjuru dunia yang jauh, supaya mereka menyaksikan beberapa manfaat dari mereka dan agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan berilah makan orang-orang yang sengsara lagi fakir" (Q.S. Al-Hajj 27-28).

Sebagai rukun Islam yang terakhir, ibadah haji berkait erat dengan rukun Islam yang pertama yaitu syahadat. Di dalam ibadah tersebut, pembuktian syahadat harus terwujud. Betapa tidak, ibadah haji banyak diisi dengan manasik yang tidak hanya merefleksikan ketauhidan, namun juga refleksi mahabbah (cinta) kepada Rasulullah saw. Ibadah haji adalah akumulasi dari semua jenis ibadah, baik yang bersifat wajib ataupun sunah. Ibadah haji adalah sebuah perjalanan napak tilas bapak monoteisme Islam yaitu Nabi Ibrahim a.s.

Maka siapa pun yang mendapat kesempatan emas melakukan ibadah ini, ia akan menikmati tiga keutungan. Pertama, merekontruksi dan menghayati perjalanan rohani Nabi Ibrahim sebagai seorang yang hanif dan bapak monoteisme. Kedua, mengikuti teladan Nabi Ibrahim, yang atas perintah Tuhan, telah menghapus tradisi "pengorbanan manusia" dan digantikannya dengan ibadah korban untuk menyembelih binatang ternak bagi fakir miskin sebagai lambang solidaritas Islam. Ketiga, mewujudkan persaudaraan umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya sebagai manifestasi ajaran tauhid ketika orang-orang dari berbagai penjuru dunia bertamu ke Baitullah.

Ibadah haji di samping memiliki dimensi ritual yang tinggi, juga dimensi sosial yang sangat signifikan. Ibadah tahunan ini merupakan musyawarah akbar seluruh umat Islam sedunia. Di perhelatan sakral tersebut, setiap Muslim bertemu dan bersaudara dengan Muslim lainnya tanpa memerhatikan asal-usul, tingkat materi, perbedaan mazhab dan lain-lainnya.

Tepat sekali, ketika seorang Muslim Amerika terkemuka, Malcom X, selepas menunaikan ibadah haji, menulis di hadapan jemaahnya di Masjid Harlem, "Di sana terdapat jutaan jemaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia. Mereka terdiri dari berbagai jenis warna kulit, dari yang bermata biru hingga orang-orang yang berkulit hitam dari Afrika. Namun, kami semua melakukan kegiatan keagamaan yang sama, menggambarkan semangat persaudaraan dan persatuan. Yang saya yakini, atas dasar pengalaman saya, tidak akan dapat tercapai antara orang-orang kulit putih dan yang bukan di Amerika... Dalam haji ini, dari apa yang telah saya lihat dan alami, saya telah dipaksa untuk menyusun kembali banyak pola-pola pikir saya yang lama dan untuk membuang pandangan-pandangan saya yang kuno" (The Autobiography of Malcom X, New York, 1966).

Pengakuan tulus seorang penggerak dakwah Islam Amerika ini bukanlah mengada-ada. Ibadah haji berhasil menciptakan sebuah egaliterianisme di antara sesama umat manusia ini. Dengan pakaian ihram putih tak berjahit, semua orang memakainya dengan mencampakkan terlebih dahulu semua atribut keduniaan. Tak ada kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin, antara penguasa dan rakyat.

Langkah yang sama dengan gemuruh bacaan ritual yang sama, menyadarkan arti penting persatuan dan persaudaraan sesama anak cucu Adam. Mereka semua menyebut nama Allah dengan penuh khusyuk dan pasrah. Kesombongan dipaksa mencair dan justru rasa hina-dina yang mendalam dalam dirinya. Semua manusia disadarkan dengan kesamaan derajat di hadapan Allah, terlepas dari jabatan, harta maupun asal-usul nasab yang dimilikinya.

Semangat egaliterianisme selama manasik haji berlangsung begitu terasa. Namun, yang sering terjadi bahwa ketika sudah pulang ke negeri masing-masing, semangat bersatu antara umat Islam sedunia ini, begitu pudar. Konflik antara negara Islam pun kembali menghangat baik karena masalah ideologis maupun politis. Bahkan antarkomunitas Muslim dalam satu negara pun, mudah terjadi ketegangan dan keretakan hanya karena perbedaan orientasi ormas-ormas agama.

Silaturahmi retak kembali ketika mereka telah menjauh dari simbol persatuan umat Islam sedunia yaitu Kakbah Al-Musyarafah. Padahal, komunitas Muslim sedunia ini telah mencapai 1,3 miliar jiwa. Sebuah angka yang besar. Tetapi kebesarannya baru pada tataran statistik, bukan pada realitanya.

Padahal, pada awal abad 20, ibadah haji bagi umat Islam Indonesia menjadi medium yang tepat bagi terwujudnya persatuan untuk melawan kolonialisme Belanda. Di tanah suci ini, secara tidak langsung terjadilah musyawarah besar antara elemen Muslim Indonesia guna menyikapi situasi negara saat itu. Sepulang dari tanah suci, semangat egalitarianisme dan persatuan itu terus dipertahankan bahkan dipupuk lebih subur lagi.

Hasilnya adalah lahirnya gerakan perlawanan sistemik dengan nama jihad melawan kekuatan kolonialisme Belanda. Bahkan ibadah haji tempo dulu, bukan hanya mampu menggalang kekuatan umat dalam satu negara, tetapi mampu menyatukan berbagai kekuatan umat seluruh dunia dalam menghadapi tantangan krusial dari musuh-musuh Islam. Sayang, ibadah haji di zaman sekarang ini telah kehilangan elan vitalnya untuk bisa mewujudkan persatuan umat Islam seluruh dunia.


Tentang Audio Haji & Umroh


Setiap tahun para calon jemaah haji biasanya mendapatkan pelatihan manasik haji baik yang diadakan oleh para penyelenggara haji baik dari departemen agama, Perbankan, Lembaga Islam, Biro perjalanan Haji ataupun para pembimbing Manasik haji itu sendiri

Dari semua pelajaran manasik tentang aktivitas haji dan umroh, hal yang juga sangat penting untuk dipelajari bagi para calon jemaah haji adalah Tuntunan Berdoa disetiap aktivitas haji tersebut yang tentunya diperlukan cara paling praktis dan mudah memandu para calon jemaah haji.

Dalam hal ini kami dari Metromedia, distributor utama sebuah perangkat teknologi berupa Audio Haji adalah kumpulan do'a yang dibaca dalam ibadah haji dan umroh dalam bentuk mikro audio. Audio haji membantu jamaah memahami dan menghayati do'a sejak persiapan, manasik maupun saat pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Do'a ditata dalam rangkaian waktu sehingga dapat disimak, diikuti dan difahami artinya. Penggunaannya sangat praktis cukup menekan tombol dan gambar sesuai pilihan. SANGAT DIPERLUKAN OLEH SETIAP JEMAAH HAJI DAN UMROH DI INDONESIA.

Kami mengajak setiap pihak yang berminat menjadi distributor seperti Baitul Mal wa Tanwil ( BMT ), Lembaga Keislaman, Toko Buku Islam, Media Cetak Islam, Pembimbing Manasik maupun para calon jemaah haji diseluruh Indonesia. Ataupun juga pihak yang berminat menjadikan produk kami sebagai bonus program haji yang diselenggarakan seperti Perbankan Syariah, Biro Perjalanan Haji dan Umroh dan berbagai pihak yang memilki flatform meningkatkan aktivitas marketing dengan menghadirkan produk kami yang memiliki awareness yang tinggi karena memilki kegunaan ( core product ) yang nyata.

Kegunaan :

· Memuat rangkaian do'a – doa mulai memasuki tanah suci Mekkah hingga do'a setelah tawaf Wada'
· Dilengkapi terjemahan ke dalam bahasa Indonesia
· Dikemas dalam bentuk micro audio
· Dilengkapi dengan earphone ( Speaker ke Telinga )
· Tombol pilihan do'a tidak rumit karena ditandai dengan gambar yang mudah dipahami
· Penggunaannya sangat praktis cukup menekan tombol / gambar sesuai pilihan anda.
· Bisa Diwariskan secara turun temurun

Spesifikasi :

· Ukuran 55 x 95 x 15 mm
· Lampu ON/OFF
· Memuat do'a haji / umroh sesuai tombol pilihan
· Dilengkapi earphone, pita gantungan di leher, baterai AAA ( 3 buah ) dan Buku Tuntunan Doa.

Kegunaan Bisnis :

Sebagai produk promotion untuk bonus para agen tour dan travel serta perbankan penyelenggara Haji dan Umrah Plus, sehingga akan menambah awareness dan komunitas pelanggan ibadah haji dan umroh setiap tahunnya.

Salam Sukses

Semoga Menjadi Haji Yang Mabrur....Amiin.

Metromedia,

Rahmat Hidayat

Indonesiam One Gate Distributor :
Ruko SINAR PAGI Jl.Ir.PHM.Noor No.28 Tanjung-Kalimantan INDONESIA 71571
Hotline/SMS : 081348637527
Tel / FAX : 0526-2022654

Drop your Order by email to : metromedia@plasa.com

Or Purchase by dial our hotline to : 0813-48637527

Dicari Agen, Toko Buku, Koperasi,
Bank Syariah Penyelenggara Ibadah Haji ,
Tour & Travel, dan Para Pembimbing Manasik Haji & Umroh di seluruh Indonesia dan Malaysia
Kontak : 081348637527 ( Rahmat )